VAKSINASI LANSIA DI KECAMATAN ARUT SELATAN

VAKSINASI LANSIA DI KECAMATAN ARUT SELATAN

Sekitar 50% dari seluruh kematian akibat covid-19 terjadi pada Lansia. Lansia memang memiliki resiko kematian akibat Covid-19 tertinggi dengan rasio fatalitas kasus sebesar empat kali lipat lebih tinggi. Maka dari itu, Pemerintah Indonesia mengadakan Vaksinasi covid-19 pada Lansia.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, calon penerima vaksinasi kategori Lansia diharapkan memberikan keterangan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan memastikan kondisi tubuh slalu prima sebelum mendapatkan jatah vaksinasi tersebut. Ini juga dilakukan agar efek vaksin yang diterima dapat bekerja maksimal. Pemberian vaksinasi pada kelompok lansia diharapkan bisa ikut melindungi orang lain yang belum mendapatkan vaksin.

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia akan mengalami perubahan termasuk pada kekebalan tubuh. Akibat kekebalan cenderung mengalami penurunan, maka ini akan berpengaruh pada respons tubuh saat menerima pengobatan, dalam hal ini vaksin corona. Dengan kata lain, ada kemungkinan vaksin akan lebih bekerja lebih baik pada orang-orang yang berusia lebih muda. Meski begitu, vaksin untuk lansia tetaplah diperlukan. Karena pada dasarnya merekalah yang sangat mungkin mengalami gejala yang lebih berat jika terinfeksi virus corona.

Kapolres Kotawaringinbarat AKBP Devy Firmansyah, S.Ik didampingi oleh Danramil beserta Camat Arut Selatan ikut melihat langsung penyuntikan Vaksinasi tahap 2 tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan yang bertempat di dua titik yaitu Rt. 26 sungai tatas dan Rt. 27 bungur Kelurahan Baru Kecamatan arut selatan sebanyak 11 orang lansia, 29 orang Pra lansia dan 2 orang pendamping.

Kapolres Kotawaringinbarat menekankan bahwa seluruh lansia harus di vaksin. “Lansia yang berada di kecamatan Arut selatan harus mendapatkan vaksin, apabila tidak mau di vaksin TNI/Polri bersama tim kesehatan akan datang kerumah-rumah satu persatu untuk melakukan vaksinasi. Jika memang tetap beralasan tidak bisa divaksin, kita akan meminta warga untuk menunjukkan surat keterangan dari dokter”, pungkas Devy.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *